Your Every Monent Shine karya Ggul Gim, seorang penulis Korea Selatan merupakan buku pertama yang berhasil selesai saya baca di awal tahun 2026. Yes, tepat di 1 Januari 2026 akhirnya buku yang membutuhkan keheningan dan penghayatan mendalam ini akhirnya selesai dan membuat hati saya lebih penuh untuk menghadapi dar der dor-nya kehidupan di tahun 2026. Mari membuka tahun ini dengan lebih produktif dan bermanfaat yaa!
Kalau ditanya apa sebenarnya isi buku ini? Maka judul yang teman-teman baca di atas sudah sangat mewakili keseluruhan isi buku. Namun, akan lebih lengkap dan memenuhi hati kita agar lebih legowo dengan semua yang sudah terjadi jika kita juga membaca isi bukunya secara keseluruhan.
Blurb Your Every Moment Shine
![]()
Pernah ngga kalian merasa redup, sedih dan seolah cahaya dalam diri kalian padam?
Nah, buku ini cocok untuk teman-teman yang sedang mengalami hal itu. Yang tengah berdamai dengan segala takdir yang harus diterima dalam hidup. Buku ini hadir sebagai pelukan hangat, mengingatkan bahwa setiap orang, termasuk kamu, memiliki kilauan yang unik.
Ya, setiap orang itu unik dan punya kilaunya masing-masing.
Sama seperti rumput, kucing atau bahkan bunga liar yang bersinar apa adanya, tanpa perlu berpura-pura menjadi orang lain.
Melalui kisah dan refleksi yang ditulis oleh Ggul Gim dalam buku ini kita akan merasakan ketulusan. Ggul Gim seolah mengajak kita untuk berhenti mengejar standar orang lain. Lalu mulai menerima diri sendiri dan menemukan kembali cahaya yang mungkin lama terlupakan.
Kalau kata Ggul Gim, hidup ini seperti cuaca. Selalu berubah. Kadang tenang, kadang bergejolak. Akan tetapi di balik semua itu, selalu ada makna, selalu ada warna dan tidak ada hari yang sia-sia. Buku ini akan menemani melihat keindahan dalam hal-hal sederhana dan menyadari betapa berharganya hidup kita sekarang.
Melalui Badai dengan Slay
Banyak di antara kita yang mempertanyakan “kenapa sih ini terjadi sama aku? padahal aku sudah jadi anak baik.”
Namun enggan mengingat seberapa banyak nikmat yang sudah kita nikmati selama ini dan membawa kita pada kehidupan seperti sekarang yang mungkin saja lebih baik dibanding di masa lalu. Apalagi jika dibandingkan dengan kesehatan yang seolah tiada putus. Ada orang yang harus berjuang dan bertahan hidup dengan obat, dengan mencuci darah di Rumah Sakit dua kali dalam seminggu, bahkan harus melalui masa kritis yang tidak berkesudahan.
Namun bukan berarti kita tidak boleh mengeluh dan sedih. Karena perasaan itu juga menjadikan kita sebagai manusia utuh yang punya emosi.
Ada satu paragraf di bab 2 dari buku ini yang membekas dalam hati saya, yaitu tentang bagaimana seharusnya kita menjalani hidup. Ya, kita harus menjalani hidup dengan sepenuh hati.
Daripada berpikir bahwa kamu yang harus mengejar masa depan, percayalah bahwa masa depanlah yang datang kepadamu. Dengan begitu, kamu bisa mempersiapkan diri untuk menyambut masa depan yang akan tiba di “tempatmu sekarang”. Jika kamu melakukan hal-hal yang bisa kamu lakukan dari posisi saat ini satu per satu, masa depan yang akan datang pun tak akan terasa menakutkan.
Kalau sudah ada keyakinan seperti itu, maka badai yang datang dalam hidup kita terasa akan lebih mudah untuk dilalui.
Saat membaca buku ini mungkin kita akan lebih banyak tersenyum dan mengangguk-angguk karena yang dituliskan oleh Ggul Gim terasa seperti pelukan hangat seorang Ayah pada anaknya sambil berkata, “all is well”.
Semua akan baik-baik saja selama kita memiliki keyakinan bahwa waktu dalam hidup ini adalah sepenuhnya milik kita, bukan milik orang lain. Jadi jangan biarkan orang lain mengontrol waktu yang kita miliki. Jangan biarkan orang lain menilai waktu yang telah kita habiskan di masa lalu. Jangan pula biarkan orang lain untuk merebut “waktu” yang saat ini tengah kita jalani.
Oleh karena itu Ggul Gim berani mengklaim bahwa buku ini adalah seperti catatan kecil untuk kita semua yang sedang belajar berdamai dengan waktu. Waktu yang sepenuhnya milik kita, bukan milik orang lain.
![]()
Your Every Moment Shine, Waktumu Bukan Milik Orang Lain karya Ggul Gim
Penerjemah : Suci Anggunisa
Diterbitkan pertama kali oleh Bhuana Ilmu Populer Kelompok Gramedia