Lompat ke konten
Home » Jika Kucing Lenyap Dari Dunia Oleh Genki Kawamura

Jika Kucing Lenyap Dari Dunia Oleh Genki Kawamura

jika kucing lenyap dari dunia

Jika Kucing Lenyap Dari Dunia adalah salah satu buku yang menarik ketika saat itu saya berkunjung ke salah satu bazar buku di Kota Malang. Novel dengan cover pink dengan gambar kucing yang diletakkan di keranjang sepeda itu membuat saya tergelitik sampai akhirnya masuk ke keranjang belanjaan.

Sinopsis Novel Jika Kucing Lenyap Dari Dunia

Seorang laki-laki muda, penyendiri, sekaligus si overthinking (setidaknya begitulah saya menangkap penggambarannya di novel ini) yang bekerja sebagai tukang pos divonis mengidap kanker stadium akhir. Diperkirakan umurnya tidak akan panjang.

Tentu saja sebagai manusia, lelaki itu takut, kalut, sekaligus juga marah dengan kondisi yang menimpanya. Dalam kekalutannya itulah datang iblis yang ia beri nama Aloha menawarkan sesuatu yang sangat menggiurkan dan bisa mengubah hidupnya.

Namanya juga Iblis, tentu saja ia datang bukan tanpa syarat. Jika lelaki itu ingin hidupnya diperpanjang, maka syaratnya dia harus bersedia menghilangkan sebuah benda yang dia sayangi dari dunia ini. Satu benda yang hilang artinya adalah perpanjangan nyawa satu hari untuknya.

Merinding ya, udah kayak perjanjian Gunung Kawi belum? Pas banget momennya.

Jika kamu yang berada pada posisi laki-laki tersebut, maukah kamu menerima tawaran sang Iblis? Jika mau, benda apa kira-kira yang rela kamu hilangkan dari dunia ini? Maukah kamu menghilangkan benda kesayangan yang diberikan oleh Ayah atau Ibumu saat kecil? Maukah kamu melenyapkan binatang kesayanganmu dari dunia yang aneh ini?

Jika Kucing Lenyap Dari Dunia, Akankah Dunia Masih Sama?

jika kucing lenyap dari dunia

Jujur saja saat memutuskan membaca novel ini, saya tidak pernah menyangka bahwa ternyata judul tersebut benar-benar akan terjadi dalam novel ini. Sebetulnya saya berpikir, oh mungkin hanya kiasan saja. Tapi ternyata tidak.

Mulanya, satu benda yang dihilangkan dari dunia adalah ponsel. Jadi dunia yang dihuni oleh lelaki tersebut kembali seperti saat-saat kita tidak mengenal gawai maupun internet. Semua serba lambat meskipun beberapa orang pasti juga merasa beruntung karena akhirnya ia bisa berbincang lama dengan orang yang disayang tanpa harus terdistraksi oleh layar gawai.

Satu hari yang bertambah dari usianya yang seharusnya itu membuat sang lelaki menyadari banyak hal. Karena dalam satu hari kesempatan yang diberikan padanya itu ia manfaatkan sebaik-baiknya dengan melakukan hal-hal yang tak pernah sempat ia lakukan sebelumnya.

Si lelaki membuat beberapa list hal-hal yang harus ia lakukan sebelum mati. Hal pertama yang ia lakukan hari itu adalah menemui mantan pacarnya. Ia sendiri tidak tahu mengapa ia menemui mantan pacarnya itu. Namun setelah membaca dua bab penuh dari novel ini, saya menyadari bahwa pertemuan antara sang lelaki dengan mantan pacarnya itu bukan karena masih saling suka, tapi karena sang lelaki tidak tahu lagi siapa lagi yang akan dia temui. Mantan pacarnya ini adalah satu-satunya orang yang sempat sangat dekat dengannya, bahkan dengan keluarganya.

Dalam pertemuan singkat itu, sang lelaki menyadari bahwa hal-hal yang selama ini dilakukannya bersama perempuan penyuka film itu ternyata sederhana, namun bisa membuat mereka bertahan. Entah mengapa mereka berpisah, namun yang ia sesali adalah kenapa tidak ada lagi obrolan sangat lama melalui telepon di saat-saat sebelum mereka putus. Mungkin obrolan sederhana itulah yang menyebabkan mereka masih ingin saling memiliki. Tanpa obrolan melalui telepon menit demi menit, jam demi jam itu, mereka merasa hampa, hingga akhirnya putus.

Hari kedua, ketiga, keempat dan kelima dilaluinya dengan menghilangkan benda-benda berharga di hidupnya. Mulai dari film, musik, jam dinding, jam tangan atau petunjuk waktu lainnya. Ia merasa hidupnya sangat menyedihkan. Karena ia tidak lagi bisa menikmati musik kesukaannya, juga film-film yang selalu ia tonton berulang-ulang bersama mantan pacarnya, hingga penunjuk waktu yang berharga.

Hingga pada akhirnya si Iblis Aloha akan menghilangkan kucing dari dunia. Untuk tahu bagaimana ketika kucing lenyap dari dunia atau akankah sang lelaki mengizinkan sang Iblis menghilangkan kucing di dunia, dan jalan cerita lanjutannya, kalian harus baca novel karya Genki Kawamura yang satu ini.

Jangan sampai ketinggalan mengikuti jalan cerita novel yang sudah terjual lebih dari 2 juta eksemplar ini. Selamat membaca!

 

Judul buku diterjemahkan dari Sekai kara neko ga kieta nara.

Penerjemah : Ribeka Ota

Cetakan ke XI : November 2025 diterbitkan oleh Penerbit Baca, 255 halaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *