Home » 3 Rekomendasi Buku Bertema Kesehatan Mental

3 Rekomendasi Buku Bertema Kesehatan Mental

Buku bertema kesehatan mental akhir-akhir ini cukup ngehits ya? Senang sekali akhirnya banyak yang tercerahkan sekaligus teredukasi pentingnya kesehatan mental bagi manusia.

Selayaknya fisik yang sakit, mental yang sakit pun sudah seharusnya mendapatkan perhatian serta pengobatan yang tepat. Sehingga tidak ada lagi stigma negatif dari masyarakat pada teman-teman kita yang mentalnya sedang “sakit”. Karena sakit bukan hanya karena lemah iman atau sifat-sifat spiritual lainnya. Tapi ada banyak hal yang perlu diketahui di situ.

Berikut adalah rekomendasi buku-buku bertema kesehatan mental baik itu dari Indonesia maupun dari luar.

Rekomendasi Buku Bertema Kesehatan Mental

Entah itu buku fiksi maupun nonfiksi, berikut adalah rekomendasi buku bertema kesehatan mental yang perlu teman-teman baca :

1. I Want to Die But I Want To Eat Tteokpokki

buku bertema kesehatan mental

Adalah buku nonfiksi yang menceritakan tentang seorang gadis yang menderita distimia.

Distimia sendiri adalah sebuah gangguan kecemasan yang berkepanjangan dan menekan hidup seseorang. Tidak jarang gangguan ini mengarah ke depresi hingga berujung bunuh diri.

Baek Se Hee adalah seorang lulusan sastra dari sebuah universitas yang cukup ternama di Korea Selatan. Sejak kecil ia punya rasa rendah diri yang berlebihan, akibat dari bullying dari beberapa temannya di sekolah. Saat ini ia bekerja di sebuah perusahaan penerbitan. Selama lebih dari sepuluh tahun ia mengidap Distimia (depresi berkepanjangan) dan gangguan kecemasan.

Setelah mencoba mengunjungi berbagai psikolog dan psikiater, akhirnya pada tahun 2017 ia menemukan rumah sakit yang cocok dan kini sedang menjalani pengobatan, baik dengan menggunakan obat maupun metode konsultasi. Makanan yang paling ia sukai untuk dinikmati saat membaca buku dan menulis cerita adalah tteokpokki.

Oleh karena itu judul dari buku yang ia tulis ini cukup unik, mengusung makanan kesukaannya serta bagaimana ia menjalani hari-hari yang hitam dan putih. Buku ini ditulis dalam bentuk jurnal atau seperti buku harian, sehingga seolah-olah kita bisa merasakan apa yang penulis rasakan saat itu.

Ini adalah novel tentang depresi yang pertama muncul di Indonesia setelah kasus bunuh diri seorang aktris di Korea akhir-akhir ini.

2. Loving The Wounded Soul

buku kesehatan mental untuk remaja

Buku Loving The Wounded Soul adalah refleksi atas perjalanan seorang Regis Mahdi bersama depresi sekaligus karya akademisnya sebagai dosen psikologi di Universitas Surabaya. Buku kesehatan mental remaja maupun dewasa yang cocok diadopsi oleh teman-teman yang ingin tahu lebih dalam tentang konsep depresi pada manusia dan bagaimana langkah awal menanganinya.

Lewat pengalamannya Regis ingin mengatakan pada dunia bahwa mari membicarakan depresi dan kesehatan mental lainnya seperti kita membicarakan luka fisik yang juga bisa disembuhkan dan butuh dukungan.

Ketajaman analisis Regis sebagai ilmuwan psikologi yang menyentuh perasaan pembaca dengan pengalaman konkretnya ini diharapkan dapat membantu kita semua, sebagai masyarakat Indonesia yang cerdas untuk melihat depresi dari berbagai sisi dan secara komprehensif. Tidak parsial atau setengah-setengah.

3. Almond

buku bertema kesehatan mental

Almond adalah sebuah novel yang menceritakan tentang anak yang menderita Alexitimia.

Novel Almond membawa isu mental health yang relevan dengan kehidupan kita saat ini. Meskipun fokusnya pada salah satu tokoh yang mengalami spektrum alexitimia menurut diganosa dokter. Yaitu ketidakmampuan dalam mengungkapkan emosi.

Novel ini sangat cocok untuk dibaca oleh teman-teman yang ingin mengetahui bagaimana ketidakmampuan manusia mengungkapkan emosinya adalah hal yang bisa terjadi pada siapa saja. Salah satunya pada tokoh utama dalam novel Almond ini.

Itulah rekomendasi buku kesehatan mental yang bisa teman-teman nikmati  untuk menemani akhir tahun ini. Semoga bermanfaat ya 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.