Cart 0
Sale!
IMG_2618

Kepak Sayap : 22 Kisah Perempuan Indonesia Menembus Batas 5 Benua

Perlu tekad bulat dan keberanian luar biasa bagi para perempuan Indonesia ini untuk terbang, mengepakkan sayap, dan menjalani hari-hari baru mereka di tempat asing. Meninggalkan segala kenyamanan dan kemudahan di tanah air, bersedia berjibaku dengan hal-hal yang sama sekali baru.

Hidup di luar negeri kadang bukanlah pilihan yang bisa ditawar, namun sebuah keharusan. Banyak hal yang menjadi latar belakang kepergian mereka ke luar negeri, selain komitmen untuk selalu bersama suami dan anak-anak, juga karena tuntutan ekonomi.

Banyak dari mereka yang harus berpisah dari keluarga, bekerja keras mencari nafkah di luar negeri demi kelangsungan hidup keluarga mereka di tanah air. Profesi mereka beragam: bukan hanya istri dan ibu rumahtangga, namun banyak juga yang single fighter. Ada yang bekerja sebagai pembantu rumahtangga, penjaga kios pompa bensin, pelajar, pekerja kantoran, pekerja spa, pelayan restoran, juru masak, guru, pekerja LSM, hingga pemilik bisnis.

Seringkali tuduhan bahwa hidup mereka lebih nyaman di luar negeri selalu membuat perempuan-perempuan ini tersenyum kecut. Sejatinya tidak banyak orang tahu bahwa butuh kerja keras dan komitmen tinggi untuk bertahan hidup jauh dari tanah air.

Para perempuan ini pun tak jarang pula harus meneteskan air mata, terutama ketika kerinduan pada tanah air begitu menyesak dada. Rasa sepi dan terasing adalah hal yang paling sering mereka rasakan. Namun mereka tidak bisa berlama-lama mengasihani diri sendiri seperti itu. Mereka harus kembali tegak dan tegar demi cita-cita yang ingin mereka raih.

Berlatar belakang keinginan untuk berbagi cerita suka duka itulah, para perempuan ini mempersembahkan sebuah buku kecil bertajuk KEPAK SAYAP, berupa ragam kisah kehidupan menarik dari 18 negara (Australia, Belanda, Cina, Denmark, Greenland, Haiti, Hong Kong, Italia, Kanada, Kenya, Norwegia, Perancis, Tanzania, Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Norwegia, dan Kepulauan Solomon).

Buah pena mereka mengungkap banyak potensi dan kekuatan luar biasa yang mereka miliki. Bayangkan harus hidup di suatu tempat yang ketika musim dingin nyaris gelap gulita tanpa matahari selama 24 jam seperti di Greenland dan Kanada. Bayangkan hidup di mana orang-orangnya sama sekali tidak mau berbahasa Inggris seperti di Perancis, Denmark, Jepang, dan Italia. Bayangkan hidup di mana tindak kriminal menjadi sesuatu yang lumrah dan terjadi sehari-hari seperti di Haiti, Tanzania dan Kenya. Apakah masih berlaku anggapan hidup di luar negeri itu enak?

Perempuan-perempuan ini secara cerdas mampu bertahan hidup dan menjalani hari-hari mereka dengan ceria dan berani. Beragam kreativitas yang mampu mencerahkan daya pikir pun mampu mereka ciptakan. Dari belajar memasak, mengawetkan bahan makanan, hingga belajar merajut. Mereka juga tidak mudah menyerah ketika berhadapan dengan masalah, seperti perbedaan bahasa, makanan, budaya, iklim, dan sebagainya. Buat mereka itu semua adalah petualangan baru yang seru dan harus dijalani tanpa mengeluh.

Semoga apa yang mereka jalani bisa menjadi pembelajaran buat para perempuan Indonesia lainnya sebelum memutuskan mengambil langkah yang sama: terbang jauh meninggalkan tanah air.

Sekali lagi hanya satu kata kunci untuk survive di negeri orang, yaitu: Mental yang tangguh!

Rp75,000 Rp67,500

Weight 300 g

Be the first to review “Kepak Sayap : 22 Kisah Perempuan Indonesia Menembus Batas 5 Benua”